RSS

STUDI KASUS

Studi Kasus dalam Pengambilan Keputusan di Manajemen Jalan Raya

Manajemen lalu lintas jalan raya sejak dulu sudah menjadi isu yang kompleks. Hukum dan kebijakan yang berlaku dalam lalu lintas tergantung pada banyak faktor. Dengan menghubungkan variabel-variabel yang terlibat dalam manajemen lalu lintas ; seperti jumlah kejadian kecelakaan, kejahatan yang terjadi di jalan raya dan jumlah petugas lalu lintas yang bekerja ; dengan teknik yang tepat, membuat sistem pembuat keputusan dalam manajemen lalu lintas jalan raya menjadi sangat mungkin terlaksana. Paper ini mengajukan sistem yang mendukung dalam pembuatan keputusan dengan menggunakan logika fuzzy yang nantinya sistem ini dapat memberikan rekomendasi keputusan, contohnya, menaikkan jumlah petugas yang bertugas di jalan raya, menaikkan denda atau memasang beberapa alat pengaman di jalan raya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2014 in Tak Berkategori

 

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur [10].

Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. [10]

Karakteristik dan Nilai Guna

Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah [10]:

Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.

Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah [10]:

SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

Di samping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan diatas, SPK juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah [10] :

Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.

Jadi secara dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu [10]:

Subsistem pengelolaan data (database).
Subsistem pengelolaan model (modelbase).
Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).

Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar : Hubungan antara tiga komponen sistem pendukung keputusan

Sub sistem pengelolaan data (database)
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).
Sub sistem pengelolaan model (model base)
Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.
Subsistem pengelolaan dialog (user interface)
Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen [10]:

Bahasa aksi (action language), yaitu suatu perangkat lunak yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem, yang dilakukan melalui berbagai pilihan media seperti keyboard, joystick dan keyfunction yang lainnya.
Bahasa tampilan (display and presentation language), yaitu suatu perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan sesuatu. Peralatan yang digunakan untuk merealisasikan tampilan ini diantaranya adalah printer, grafik monitor, plotter, dan lain-lain.
Basis pengetahuan (knowladge base), yaitu bagian yang mutlak diketahui oleh pengguna sehingga sistem yang dirancang dapat berfungsi secara interaktif.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2014 in Tak Berkategori

 

SISTEM PAKAR

Sistem pakar (dalam bahasa Inggris :expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).

Sistem pakar adalah suatu Program Komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasaan bantuan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.

Kelebihan Sistem Pakar

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :

Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.

Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
Meningkatkan output dan produktivitas.
Meningkatkan kualitas.
Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
Memiliki reabilitas.a
Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Kelemahan Sistem Pakar

Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :

Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya relatif mahal karena diperlukan banyak data.
Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem pakar.
Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional.
Susah di kembangkan.
Membutuhkan waktu yang lama.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2014 in Tak Berkategori

 

ISSU DSS Isu Terbaru DSS Dokumen-driven: Tipe dari Sistem Penunjang Keputusan

Sistem pendukung keputusan (DSS) dapat menyajikan informasi dalam bentuk grafis dan mencakupKecerdasan buatan (AI) atau sistem pakar. Ini bisa menjadi tujuan antara eksekutif bisnis atau lainnya yang mungkin pekerja pengetahuan. Sistem dan subsistem yang digunakan untuk membantu pengambil keputusan untuk menggunakan data, pengetahuan teknologi komunikasi, dan model untuk menyelesaikan tugas mereka.

Sistem pendukung keputusan yang mampu mengumpulkan dan menyajikan informasi khas seperti beberapa angka Data komparatif, mengakses aset informasi yang mencakup relasional dan warisan sumber data, konsekuensi dari alternatif keputusan yang beragam, memberikan pengalaman masa lalu dalam konteks tertentu serta angka proyeksi menurut asumsi atau data baru. Ada beberapa Jenis DSS yang meliputi komunikasi-didorong DSS, DSS berbasis pengetahuan, model-driven DSS, Data-driven DSS dan terakhir,dokumen-didorong DSS. Pada dasarnya jenis dokumen-didorong adalah aplikasi pendukung yang paling umum yang ditargetkan antara basis yang luas dari pengguna. Fungsi utamanya adalah untuk mencari halaman web dan mencari dokumen berbasis di set yang tepat kata kunci atau istilah. Mereka juga secara khusus dirancang untuk mengubah dokumen menjadi data bisnis penting. Metode teknologi yang sama digunakan untuk mengatur DSS tersebut melalui sistem klien atau server atau melalui web. Dibandingkan dengan data-driven DSS yang mengandalkan data yang ada dalam format standar yang cocok untuk analisis Database dan penyimpanan, jenis dokumen-didorong dukungan akan menggunakan data yang tidak mudah disimpan atau standar. Pada dasarnya ada tiga kategori utama dari data yang digunakan dalam dokumen-didorong DSS, yaitu tipe lisan atau percakapan ditranskripsi, jenis video atau laporan berita dan iklan televisi dan jenis tertulis seperti memo, laporan, dan email.

sumber : http://pengambilan-keputusan-22407.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Mei 2014 in Tak Berkategori

 

TUGAS BAB 2 LANDASAN TEORI Sistem Pengolahan Data Pembelian Barang Umum Rumah Sakit

NAMA : RAHMAD HARDONI
NPM : 1057201000758
KELAS : D MALAM

Klik Di sini Download

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 November 2012 in Tak Berkategori

 

Pertemuan Ke 1 Toturial Membuat 1_xampp_mymanager_createdb 2_create_table 3_addField_onTable 4_create_relation 5_create_view 6_backup_database7_restore_database

Nama Kelompok kelas D malam :
 
Rahmad Hardoni (1057201000758)
Hendra Sukarno (1057201000936)
Suwandi (338)

Klik Link Berikut Untuk Melihat Videonya :
http://youtu.be/VocYbVp1CI8

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2012 in Tak Berkategori

 

pertemuan ke 5 toturial membuat add_TableViewButton dan SelectQuery

NAMA KELOMPOK KELAS D MALAM : 
RAHMAD HARDONI (758)
HENDRA SUKARNO (936)
SUWANDI (338)

Klik Link berikut untuk mendownload projectnya :
http://www.4shared.com/video/Cmwii97O/PERTEMUAN_KE_5.html

Klik Link berikut untuk melihat video tutorialnya :
http://youtu.be/YjmDPB80HTc 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2012 in Tak Berkategori

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 520 pengikut lainnya